Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Februari 2011

trapped to the past

Kita seringkali terperangkap dalam masa lalu meskipun tanpa kita sadari, entah itu tentang euforia masa lalu ataupun kesedihan yang mengintil kemana pun kita pergi. Waktu sepertinya terhenti. Kita hidup di jaman yang berbeda, tapi rasanya masa lalu itu benar2 dekat, menyapa kita, bahkan membuai kita.

Saya juga begitu. Kemaren, kemaren sebelumnya, bahkan sejak bertahun2 yang lalu ternyata bayang masa lalu itu begitu sering membekap aksi saya, bahkan tanpa saya sadari. Sekarang, saya sudah mahasiswa tingkat akhir di fakultas kedokteran. Tapi, anehnya, saya masih saya sering membandingkan kehidupan saya sekarang ini dengan apa yang saya alami waktu smp di pondok dulu. Rasanya saya sekarang berubah. Jadi lebih terbuka, gak canggung lagi, gak diem2an lagi, lebih santai, dan gak sekalem waktu saya smp dulu (hehehe.. :)). Kadang2 malah terselip keinginan untuk jadi seperti dulu.... Kangeeen...

Karena itulah, saya sering maen ke sekolah saya dulu. Yah.. Cuma pengen ngobatin rasa kangen tadi sih... pengen sharing, sekedar say ‘hai’ n tanya2 kabar temen2 seperjuangan saya dulu. Pengen ketawa bareng lagi... Jauh2 gak papa deh... saya sempatkan kok... :)

Tapi, anda tau apa yang saya temukan?

Yah.. benar...

saya tidak menemukan apa yang saya cari.

Semuanya beda. Keramaian itu sama, tapi isinya tidak lagi sama. Tidak ada lagi teman2 yang sama. Tidak ada lagi canda tawa yang sama. Bahkan, bentuk bangunannya pun sudah berubah. Padahal, rasanya saya belum lama meninggalkan tempat ini. Baru sekitar 7 tahun saja. Bahkan saya bisa mengingat dengan detail letak bangunannya dulu, bagaimana wajah teman2, apa yang kami lakukan dan seterusnya. Waduh, beneran kecewa deh.. rasanya gimanaaa.. gituuu... udah ngebet tapi gak ketemu. Saking ngebetnya, Kalo seandainya doraemon tinggal di 7 Ulu, mungkin saya pinjem deh mesin waktunya.... Tapi, tentu saja doraemon gak tinggal di 7 Ulu. Dan karena itu pula saya tetep gak ketemu orang2 yang saya kangenin itu...

Saya cugak! Saya pingin ketemu semuanya sekarang! Sekaraaaang!!!! >.< (ngambek)
Tapi, Ternyata saya harus puas menemui rekan2 yang saya kangeni itu hanya dalam angan saya saja.

Itulah hebatnya waktu. Hanya meninggalkan kenangan untuk kita.
Selalu pergi menjauh, dan takkan pernah kembali lagi.

***

Kadang2, masa lalu menyapa kita dengan cara lain.

Saya sering banget menemukan teman2 yang drop semangatnya. Padahal mereka ini angkatan baru di fakultas saya. Sama seperti saya, mereka ini merasa gak nyaman dengan kondisi sekarang. Dulu, mereka ini jagoan, biasanya selalu jadi si nomor satu di tempat asalnya masing2 meski gak terlalu berusaha mati2an. Tapi, semenjak berada di posisi sekarang, rasanya ada yang berubah. Semangat jadi kendor. Nilai juga pas2an. Gak jadi top scorer lagi. Timbul rasa minder dengan rekan lain yang kelihatan lebih “cling!” di banding kita. Entahlah... dalam otak mendadak tertulis “males ah... keknya aku gak sebaik mereka deh” ato “aduh.... kok aku rada ketinggalan di banding temen2 yang laen yah? Kok aku rasanya jadi mundur yah sekarang??”

Dari sinilah timbul rasa kangen dengan masa lalu. Ada keinginan untuk kembali berada di puncak karier di masa keemasan dulu. Tapi, Cuma pingin aja... Semangat tetep drop. Walhasil, keadaan jadi tak menentu. Nilai tetep drop dan si pelaku jadi tambah menyalahkan diri sendiri. Akhirnya, yah... nothing to do, stress iya... Yang gawat itu kalo pada akhirnya si pelaku jadi depresi. Kerjaan jadi gak beres dan timbul sindrom membenci diri sendiri. Ngerasa “ini bukan dirikuuu.... aku kotor! AKU KOTORR!!!” :)

***

Nah... apa anda punya cerita yang sama?

Pernahkah anda merasa dahulu lebih baik, jadi anda pingin kembali saja ke masa lalu dan meninggalkan apa yang anda hadapi sekarang begitu saja?

Lalu, apa yang anda lakukan waktu itu?


Sejujurnya, saya sebetulnya benar2 menikmati masa lalu tadi, seakan2 itu adalah bagian dari masa sekarang dan masa depan saya juga. Patokan saya adalah menjadi seperti dulu

i>
dengan usaha yang sama dan dalam tempo yang sesingkat2nya. Tapi, belakangan ini saya baru tersadar. Saya salah. Mungkin kita memang tidak puas dengan kondisi kita sekarang, dan merasa dulu itu jauh lebih baik. Tapi, kita tidak bisa diam saja lalu menikmati euforia masa lalu. Zaman sudah berubah. Kondisi kita sekarang beda dengan masa lalu. Kita sekarang memang sudah bukan lagi seseorang yang dulu. Situasi sekarang berubah. Tantangan yang kita hadapi berubah. Kesulitan yang kita hadapi juga makin meningkat grade-nya. Dan kedewasaan diri kita juga bertambah. Itu yang kemudian menciptakan perbedaan tindakan apa yang kita ambil sekarang. Dan tentu saja hasilnya juga beda.

Untuk mencapai posisi yang sama dengan masa lalu tentu juga tidak mudah. Usaha yang persis sama dengan masa lalu tidak selamanya menghasilkan hasil yang sama kalau kondisi lingkungannya berubah. Dan kita tidak bisa membandingkan kondisi kita sekarang dengan kondisi masa lalu, menjudge yang dulu lebih baik lantas terpuruk.

NO...

Waktu kita adalah sekarang!

Cukup memikirkan masa lalu.

Masa lalu itu hanya ibarat spion. Hanya kita lihat sesekali saja.
Apa jadinya jika supir terus-menerus melihat spion tanpa memperhatikan jalan yang ditempuhnya?

Kita boleh kok berkaca dengan masa lalu untuk menentukan sejauh apa target kita atau menilai kemungkinan kesalahan2 kita dari pengalaman masa lalu. Tapi, stop! Jangan terlena dengan masa lalu. Jangan tertipu dengan pikiran “ kalo dulu sih... aku tu ya.. bla, bla, bla...” lalu sekarang menerapkan cara yang sama, lantas hasilnya sama. Belum tentu!
Berhentilah berangan2 bahwa kita ingin situasi yang sama seperti dulu dengan cara yang sama tanpa ada perbaikan strategi. Karena kondisi kita beda. Dibutuhkan strategi yang jauh lebih matang dan terencana untuk menghadapi tantangan sekarang. Ini saat2 transisi kita. Apakah kita sukses lebih baik dari masa lalu atau bahkan jauh lebih buruk? Sukses menghadapi masa transisi ini atau terduduk pasrah dikungkung bayangan masa lalu?

Tutup lembaran masa lalu anda. Hari ini adalah halaman baru catatan amal anda. Anda punya hak penuh untuk menentukan apa yang akan anda lakukan hari ini tanpa gangguan bayang2 ilusi masa lalu. Fokus dengan target2 kita, tatap lurus ke depan. Lalu... Wusshh!!!! Tangkap target itu dengan ikhtiar terbaik kita.

Keep moving forward guys...

Sekarang adalah masa lalu dari masa depan. Kalau kita melalaikan hari ini, apa yang hendak kita kenang di masa depan?

Bertahanlah mengahadapi kesulitan dan tantangan di saat transisi ini. Penyesalan hanya terjadi untuk hal2 yang tidak pernah kita lakukan. Penyesalan akan berbanding lurus terhadap pilihan2 yang dulu kita abaikan. Kenapa dulu diam2 saja dan tidak mengubah? Kenapa dulu pasrah mengenang masa lalu bukan produktif mengejar masa depan? Kenapa dulu cuma sibuk memandang kagum pada orang2 hebat di sekeliling kita, bukannya menjadikan diri kita sehebat orang2 di sekeliling kita? Dan kenapa2 lainnya....

Jadi, sebelum kita semua menyesal, BERGERAKLAH!!!

Agar suatu saat di masa depan, kita hanya akan tersenyum karena mimpi2 yang kita perjuangkan hari ini menyapa kita di alam nyata.

Lakukan saja yang terbaik hari ini.

Let say good bye to the past and also welcome to the future


Okeh?!


Fajar di kamarku, 19 Feb 2011, 01.24 WIB

Jumat, 18 Februari 2011

½ berisi, ½ kosong...

7 November 2010

Ini bukan lagi promosi buku y..... Soalnya saya juga belum pernah baca bukunya.... Tapi kalau ada yang punya bukunya dan mau minjemin gratis, gak papa.... Saya terima dengan ikhlassss......^^


Okeh, kembali ke jalan yang benar....

Rekan2, coba bayangkan, anda tengah menatap gelas yang terisi setengahnya. Saya pingin tahu, menurut anda, gelas itu setengah penuh atau setengah kosong?

Sebagian orang mungkin akan menganggap gelas itu setengah berisi, Sedangkan sisanya mungkin menganggap setengah kosong. Kenapa berbeda? karena menurut “golongan setengah berisi”, seharusnya gelas itu kosong, sedangkan “golongan setengah kosong” mungkin berasumsi bahwa seharusnya gelas itu berisi. (dalam hal ini kita mengabaikan fakta adanya orang2 yang hobi golput dan bersemedi diam2^^ Anggap saja kita semua berani berpendapat).


Lihat, kedua kelompok ini berada dalam posisi berlawanan. Satu kosong satu berisi. Tapi ajaibnya, kedua anggapan mereka benar dalam waktu bersamaan.


Anda pasti pernah melihat uang logam pecahan Rp.50,- kann?? Bagi yang pernah mengalami masa kecil di tahun 90-an, tentu tak asing dengan uang koin yang biasa dipakai buat jajan atau kerokan ini. Nah, jika disebutkan uang logam Rp.50,-, apa yang terbayang dalam benak anda? Lambang burung garuda kah? Atau angka Rp.50,-?

Kedua lambang ini tentu saja berbeda. Tapi, sama seperti kasus diatas, kedua fakta ini terbuki benar. Kedua lambang tadi identik dengan uang koin Rp. 50 meskipun yang satu berada pada sisi kebalikan yang satunya.

Ini menunjukkan bahwa dalam satu situasi bisa saja kedua pendapat yang berbeda pun adalah sama2 benar.
Ingat fakta ini baik2.

Karena terkadang ego kita terlalu dominan sehingga menganggap bahwa pendapat kitalah yang paling benar dan orang yang berbeda pendapat dengan kita pastilah melakukan kesalahan. Sebaliknya, ada orang2 yang takut untuk berpendapat yang agak sedikit berbeda dengan kebanyakan orang karena takut pendapatnya salah (Lha, gimana kita tahu bahwa pendapat kita salah kalau kita tak pernah menyatakan pendapat kita?)

Padahal, adakalanya perbedaan pendapat tercipta manakala kita memandang objek yang sama dari arah yang tidak sama.

Dan sekali lagi, keduanya bisa jadi sama2 benar.

So,kenapa takut untuk bicara? kenapa merasa takut untuk berbeda?

Berbeda bukan berarti salah. Malah bisa jadi artinya, kita bisa menemukan sisi lain dari sebuah topik yang mungkin saking brilian ide tadi sampai2 tidak pernah terpikirkan oleh orang lain. Dan anda hanya menyia2kan ide brilian itu jika anda hanya menyimpannya dalam hati lalu berkarat tanpa arti karena mulut anda terkunci rapi. Padahal mungkin saja jika ide tersebut dilontarkan, orang2 akan berpikir berbeda dan andapun bisa mengubah situasi menjadi lebih baik.

Seandainya pun kemungkinan terburuk terjadi, bahwa anda melakukan kesalahan, apa kemungkinan efek terburuk yang terjadi?

Calm babe, anda tidak akan dicap sebagai orang paling bodoh sedunia. Mungkin akan terjadi kegaduhan sebentar, tapi yakinlah, sebentar kemudian kegaduhan itu sirna dan orang2 tidak akan lagi fokus pada topik tersebut. Simpelnya, coba anda melihat dari kacamata orang lain : Apa yang aneh dari seseorang yang berpendapat kemudian pendapatnya tidak diterima? Apakah penting untuk ditindak lanjuti lebih jauh? So what gitu lho?

Sisi positif lainnya adalah anda tahu bahwa pendapat anda salah, jadi untuk seterusnya anda bisa memperbaikinya. Ini tidak memalukan. Akan lebih parah jika seandainya pendapat anda salah tanpa anda pernah mengetahui bahwa anda salah, bahkan mengajak orang untuk mengikuti cara pandang anda. Selamanya anda akan terjebak pada tindakan yang keliru. Is it true, right?!

Jadi, apa lagi yang membuatmu sungkan untuk bicara dan berpendapat?

BICARALAH, UNGKAPKAN ISI OTAKMU

---------0--- Be Unique ---0----------

“Diam itu emas, tapi bicara adalah berlian” (SBY)

Bola Pingpong vs Layang2



Apa bedanya bola pingpong n layang2?

1. bola pingpong bulat, layang2 bentuk trapesium^^
2. layang2 dari kertas, bola pingpong dari plastik
(dan perbedaan2 lain.... Ya iya lah... tidak ada persamaan antara layang2 dan bola pingpong yang terlihat secara fisik^^)

yang paling penting adalah adalah kalau di pantulkan, bola pingpong akan memenuhi persamaan deret ukur, yaitu, pantulan kedua adalah 1/2 kali pantulan pertama. Begitu juga pantulan ketiga akan 1/2 kali pantulan kedua dan seterusnya (wahai para ahli matematika…kalau saya salah, mohon dibenarkan^-^” ). Nah, Dapat kita katakan bahwa bola pingpong (dan juga bola2 lainnya... bola tenis kek, bola bekel kek... whatever!) semakin lama semakin rendah pantulannya ketika menghantam tembok sehingga akhirnya malah berhenti sama sekali.

and now...
what about layang2?

Layang2 tentu saja tidak dipantulkan (of course it is... sangat logis dan fisiologiss...^.^).
Layang2 diterbangkan dengan cara di tarik ulur. ketika angin berhembus, layang2 akan kita tarik, lalu diulur. Tarikan melawan angin ini akan membuat daya dorong yang diterima layang2 semakin kuat sehingga layang2 akan terbang makin tinggi.

Mari kita tarik kesimpulan perbedaan bola pingpong dan layang2 berdasarkan analisis tadi:
1. Bola pingpong yang membentur tanah akan memantul semakin rendah dan kemudian berhenti
2. layang2 yang menantang angin akan terbang semakin tinggi.

Bola pingpong dan layang2 bisa kita ibaratkan sikap kita dalam menjalani hidup. Bola pingpong membentur tanah, layang2 pun menantang angin. Tak ada yang berjalan mulus kan???
Sama seperti hidup kita, tidak ada yang berjalan mulus. Setiap kita pasti punya masalah. Setiap kita punya tantangan dan kendala setiap hari. Bagi A, mungkin itu bukan masalah, tapi bagi B itu masalah besar!
Tak usah diributkan soal besar kecilnya masalah, apakah masalah kita lebih berat dari masalah orang lain di dunia ini atau malah kita merasa menjadi orang paling malang sedunia. Yang penting adalah penyikapan kita terhadap masalah tersebut.

Meskipun dalam AlQuran Allah sudah menjamin bahwa kita semua mampu menghadapi masalah seberat apa pun itu (QS. 2:286), tapi tidak semua orang akan menghadapinya penuh semangat seperti layang2 yang menantang angin. Kadang2 semangat kita akan habis setelah jatuh berkali-kali. Rasa lelah sering kali membuat kita terlalu pesimis untuk bangkit. Layaknya bola pingpong yang membentur tanah.... Mimpi kita perlahan2 mati seiring rintangan yang semakin lama makin berat hingga akhirnya kandas tak tersisa...... sampai akhirnya kita menyerah kalah, tertunduk lesu tak berdaya lagi menantang tembok halangan yang masih tinggi....

dan setelah terjatuh lagi berkali2,
mungkin hanya tinggal tanya dalam benak kita: apakah tidak ada lagi harapan setelah ini..........?

......
STOP!!!
STOOOOOOPPPPPP!!!!!!!!!

Bangkit rekan2 ku!

Apakah kita akan menyerah karena sebuah tembok yang membatasi mimpi kita dengan alam nyata?
Jangan mau menyerah dulu!
Jangan biarkan masalah menertawakan kita.
Jangan biarkan masalah menundukkan kita dan membuat kita jadi bulan-bulanan kecewa dan ragu.
Jangan biarkan luka2 kita menganga tanpa kita mendapat apa2.

Ayo berdiri!!!!

kita boleh jatuh, kita boleh luka.
tapi perjuangan kita hanya boleh berhenti, setelah mimpi kita menjejak alam nyata....

I KNOW U CAN. WE CAN. EVERYONE CAN.

Pilihan ada ditangan kita
Apakah kita akan menjadi manusia bola pingpong atau layang2.
Ketika keberhasilan menghadapi masalah sudah dijanjikan Allah,
kenapa kita lantas berputus asa?!
Ketika kita kemenangan sudah didepan mata,
kenapa langkah kita mesti terhenti gara2 sepotong kata "menyerah"....

Tetaplah di barisan terdepan, rekan2 seperjuanganku...
Masalah kita memang besar, tapi kita punya Allah yang jauh lebih besar.....

SEMANGAAATTTTT!!!!!!!!!!!!!!!


“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.....” (QS. 2:286)

Mengubah Dunia?? Siapa Takut!!!

Mengubah dunia

Sekilas terdengar klise ya?

Yuk yah, yukkk....

Bayangkan, kita hidup dalam dunia yang penuh dengan corak yang beragam. Bahasa, latar belakang keluarga, ekonomi, agama dan sederet perbedaan2 lain yang menorehkan jejak dalam pribadi kita masing2 sampai menjadi sosok seperti sekarang ini. Otomatis, cara pandang dan pendapat kita akan berbeda. Dan untuk menyamakan dan mengubah persepsi yang tercantum bertahun2 tadi tentu saja tak semudah menghapus goresan pensil di atas kertas.

Sepertinya kita semua pernah mengalami hal berikut. Ketika kita ingiiinnnnn.... sekali mengubah hal yang tak ideal menjadi sesuai dengan yang kita ingini. Pengen kuliah dengan tenang (gak pake panas, dosen gak telat, microfon gak mati idup n nunggu2 gak jelas karena jadwal yang gak beres). Pengen suplai dana kemahasiswaan lancar plus administasinya yang gak ribet supaya bisa bikin acara2 oke. Pengen biaya pendidikan murah, BBM gak naik, trus orang miskin bisa sehat semua. Pengen semua temen2 n sodara2 tersayang kita selamat dunia akherat. Pengen bisa menjalankan keislaman dengan sempurna. Pengeeeeeen banget rasanya cepet2 selesai kuliah, yudisium dan tersenyum di atas podium memakai toga (sayang... mundur lagi harinya.... ) dan kepengen2 laennya yang sebenarnya simpel n gak neko2. Yah.. cita2 yang polos........

Tapi Sayangnya... dunia tak seindah bayangan kita.

Pengen deh, cuek2 aja n bilang “Sudahlah... terima aja deh... Kita memang hidup di dunia realita, yang semua kita mau itu gak terwujud cuma dengan sim-salabim-jadi-apa-prok-prok-prok....”

Tapi, ada rasa sakit terselip ketika melihat kejadian2 di atas berulang kali terjadi. Melihat kuliah gak kondusif gara2 kesalahan teknis. Melihat acara2 gak jalan karena terbentur biaya yang gak ada. Pengen jilbab lebar, gak boleh. Melihat hedonisme, apatisme, ikut2an-isme dan -isme2 yang lain yang merebak di pikiran saudara2 kita tersayang. Melihat aturan2Nya hanya sekadar teori2 yang dibahas berhari2, padahal tak ada aplikasinya. Melihat kebijakan2 yang tak memihak orang kecil. Biaya kuliah mahal, barang2 mahal, padahal gaji gak naik2. Haduuuhhh.....

Pilihan kita jadinya cuma dua,

membiarkan rasa sakit ini datang berulang2 sampai kita bosan dan mati rasa

atau mengambil langkah untuk mengubahnya.

Mau bertindak..... atau diam?

Kalau kita diam, semua akan aman. Tidak ada rapat2 yang menguras tenaga. Tidak ada pusing karena memikirkan kuliah sekaligus organisasi. Tidak ada pemotongan waktu libur. Kita akan punya waktu bebas seperti rekan2 kita yang lain. Bisa main game dan baca komik dengan santai. Jalan2 dan update status setiap saat. Atau nongkrongin bioskop nunggu film terbaru diputar. Cuek aja ah..., toh, yang penting bisa kuliah. Titik. Tidak ada resiko apapun, kecuali kita harus siap2 tahan dengan rasa sakit tadi yang datang berulang2 dan tak henti. Mungkin saja sampai membuat kita tak lagi peka dan mati rasa, karena memang tak ada yang mengubahnya........

Atau kalau yang punya nyali, boleh saja memilih untuk bertindak,
tapi... seberapa tahan dirimu?

Tantangan dan hujatan akan datang dari berbagai pihak. Dari mereka yang bikin hal2 tak ideal. Dan mirisnya, sindiran dan hujatan juga datang mereka yang kita perjuangkan nasibnya.
Ada2 saja...

Memangnya untuk siapa sih kita perjuangkan semua ini? Untuk kita semua kan? Untuk kau, aku dan mereka kan?! Tapi, kenapa kadang mereka malah tak mendukung langkah kita? Semuanya berbalik menantang dan mencibir. Seringkali malah mereka pura2 tak dengar meski mulut berbuih dan suara serak karena berteriak lantang memakai toa. Padahal kita ini gak mau apa2. Cuma pengen liat semuanya baek2 aja kok... gak kurang gak lebih... tapi ya.. itu tadi... gak semua orang mau memahami dan mendengar alasan kita. Mereka bahkan ada yang menganggap kita ini pengacau dan pengganggu yang harus diberantas.. *hiks,hiks... sedihnya...  *

Dan mengubah dunia, sekali lagi sangat berat....

Okeh deh, cukup. Saya gak mau bahas di atas terlalu lama, takutnya jadi pesimis... suram banget yah?

Jadi kita fokus ja deh. Untuk mengubah dunia, so, what we can do?

***

Saya teringat kata2 yang tertulis di dinding gerbang SMA saya dulu (Saya ini alumni SMAN 3 Palembang yah sodara2. HIDUP SMANTA!!! hehehehe... ).

Bunyinya gini :
“Keteladanan lebih baik dari seribu kata-kata”

Meskipun saya gak tau siapa yang bikin kata2 di atas, tapi saya beneran sepakat!
Untuk mengubah dunia, ternyata simpel. Gak usah mengkhayal jauh2, mulai aja dari ubah dulu diri kita. Jadilah pembuat solusi. Soalnya, kalo mo ngeributin masalah aja mah gampang atuh... tapi berapa persen coba dari mereka yang ribut itu yang menawarkan solusi?
Teriakkan aspirasi kita, lalu tawarkan sebuah solusi. Try to Positif thinking guys.. Siapa tahu solusi kita itulah ide brilian yang ditunggu2 sejak lama... kalo ribut aja keknya gak akan menghasilkan apa2 deh. (Bisaa sih... siapa tahu aja kita didengerin. Tapi, peluangnya kecil...)
Dunia butuh orang2 inisiatif yang punya solusi. Bukan seorang politisi yang pandai bersilat lidah dan membesar2kan masalah. Gak Cuma omong doang kali.. NATO (No Action talk Only), tapi juga kritis dan berani menciptakan jawaban dari segunung tantangan.

“...Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...” (QS. Ar-Ra’du : 13)

Terus, mungkin jadi evaluasi kita bersama juga yah... bagus juga sih kalo solusi yang dipake tuh menurut cara orang2 terdahulu (cirinya nih, didahului kata “biasanya tuh bla... Bla... Bla...”) tapi itu artinya gak ada progress dong? Cara yang sama tentu akan menghasilkan hasil yang sama. Padahal situasi dan kondisi yang kita hadapi terus berubah. Jadi, gimana mau sukses, wong caranya gak matcing. What I mean is... just being creative now! Eksplore ide2 gilamu..... rencanakan dengan matang dan wujudkan!

Ketika solusi sudah ditangan dan rencana sudah berjalan, okeh... tarik nafas dalam2 dan lepaskan beban kita seiring karbon dioksida yang dihembuskan keluar perlahan2. Huuuffff.... Satu tugas kita selesai. Dan siap2 untuk menyelesaikan stage berikutnya sampe mission complete. Soal hasilnya? Sudahlah... biarkan itu jadi hak preogratif Allah.... biarlah Dia saja yang menilai semuanya... kalo berhasil alhamdulillah... kalo gagal, yowes.... berarti anda belum beruntung. Coba lagi yah ^_^

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap” (Q.S. Al-Insyirah : 7-8)

Untuk mengubah dunia menjadi ideal, tentu kita gak bisa sendirian. Saya pun bukanlah orang terbaik yang sudah menjalankan konsep di atas dengan sempurna. Masih dalem proses sih, fase metamorfosa diri dari telur-ulet-kepompong-kupu2... tapi saya tuh pengeeeennnn banget konsep ini bisa dijalankan rame2. Berjamaah gitu ^^ Bersama2 kita berusaha menjadi pembuat solusi, bukan penambah masalah. Jadi, kalo ada yang salah2, tolong saling mengingatkan ya sodara2 sekalian...
Af1 minni..... I’m just an innocent girl... :)

So, Kenapa kita berdiam diri saja menjadi penonton perubahan?

Dunia membutuhkan sentuhan kita lho, Sang Khalifah yang di utus di bumi...

Yuk, sama2 bulatkan tekad dan berteriak lantang menjawab tantangan

“Mengubah dunia? SIAPA TAKUUUTTTT!!!!!!!!!”

Allahuakbar!


kamar Q tersayang, 9 feb 2011, 23.

10

Jumat, 29 Oktober 2010

mimpi dan peluang

Bicara tentang peluang, mungkin yang tergambar dalam benak kita adalah angka2 tak penting dalam pelajaran matematika atau rumus2 aneh dalam ilmu statistika. Itu tak sepenuhnya salah. Tapi sebenarnya peluang dapat dengan mudah kita temukan dalam kehidupan sehari2.

kasus pertama
Bayangkan, anda sedang berada dalam situasi ujian multiple choice question (MCQ). Anda lagi asyik mengerjakan soal ketika mata anda tertumbuk pada satu pertanyaan yang sama sekali tidak anda ketahui jawabannya. Anda sudah berusaha keras untuk mengingat2 materi yang anda baca tadi malam. Sayang, jangankan jawabannya, anda bahkan tidak tahu dimana anda pernah melihat materi ini sebelumnya. Apa yang bisa anda lakukan?

Anda mungkin berpikir, tidak ada salahnya untuk mencoba peruntungan. mulailah anda mereka2 jawaban. salah satu dari jawaban ini pasti benar. peluangnya adalah 1/4, tapi yang mana yang benar? mana yang akan anda pilih?

kasus kedua.
Anda sedang berlari tergesa2 menuju ruangan kuliah. Dosen hari itu sudah masuk kira2 10 menit yang lalu, Celaka, ternyata semua mahasiswa sudah masuk, dan tinggallah anda sendiri berdiri di depan pintu, hanya beberapa langkah saja.

Keringat dingin mengucur deras. Anda dan isi kelas anda hanya dibatasi sebuah dinding. tapi anda ragu untuk melangkah masuk. Dosen ini tak pernah mengajar anda sebelumnya dan anda belum tahu bagaimana watak sang dosen. Bisa saja beliau menyuruh anda masuk, tapi bisa juga anda ditolak secara tidak hormat. Peluang anda untuk diterima masuk kelas adalah 50%. dan peluang ditolak juga 50%. Mana yang anda pilih?


kedua kasus diatas mungkin hanya sebagian kecil contoh2 kasus peluang. Anda -dan juga saya - mungkin sering sekali dihadapkan pada pilihan2 sulit dan peluang2nya kecil seperti: lulus SNMPTN di jurusan favorit di kota anda, menjadi juara kelas di kelas anda, menang lomba karya tulis, lulus tes beasiswa dan lain2. Saya tekankan, peluangnya sangat kecil. Anda mesti bersaing dengan puluhan, ribuan atau mungkin puluhan ribu orang yang sama tujuannya dengan kita. PASTI SULIT SEKALI!

Peluang yang sulit ini memang bisa membuat nyali ciut. Membuat anda takut keluar dari zona aman. Membuat anda ragu untuk bermimpi dan bercita2, karena takut akan merasakan pahitnya kegagalan.

Tapi, sebenarnya anda tidak perlu khawatir soal peluang yang kecil itu. Karena, meskipun peluangnya kecil, tapi SETIAP ORANG YANG BERADA DALAM SISTEM PELUANG INI MEMILIKI KESEMPATAN YANG SAMA!

sekali lagi,
SETIAP ORANG, TERMASUK ANDA, MEMILIKI PELUANG YANG SAMA!!!!
jika peluang anda hanya 10 %, peluang pesaing andapun 10%. mereka tidak lebih unggul dari anda, dan andapun tidak lebih rendah dari mereka.

Jadi, tidak ada alasan untuk menciut. tidak ada alasan untuk takut dan pesimis. Karena pesimis berarti anda menyerahkan peluang anda kepada orang lain untuk maju dan mengambil posisi itu. Bukankah ini tidak anda inginkan??

Jadi, apa kenapa mesti takut dan menyerah sebelum mencoba?

ANDA DAN EINSTEIN PUNYA OTAK YANG SAMA!
Anda pernah memenangkan persaingan yang jauh lebih sengit ketika para sperma dalam rahim ibu anda memperebutkan sel telur yang hanya satu. Dan dari persaingan itulah anda kemudian tercipta. Andalah pemenang itu.

U ARE THE WINNER !
ANDA ITU ISTIMEWA!

JADI BERHENTILAH BERPIKIR PESIMIS. Anda ada, karena dunia membutuhkan anda. Karena Allah sudah memilih anda untuk menjalankan amanah anda di dunia: sebagai seorang khalifah, sebagai penyeru kebenaran, dan tentu saja sebagai seorang hamba.

That's it.

Bermimpilah yang tinggi. Meskipun akan ada banyak hambatan yang menghalangi mimpi anda. Meskipun peluang2 kecil mungkin menyesakkah mimpi anda.

Tapi selalu ada kesempatan. dan Anda tidak akan tahu apakah anda berhasil atau gagal kalau anda belum mencoba.
Berjuanglah.
Lakukan saja.

semangat!!!!